Klik disini untuk Masuk Web saya

Minggu, 17 April 2011

Third person shooter


Third person shooter adalah jenis game 3D shooter, yang merupakan subgenre dari permainan action yang menekankan tantangan dalam membidik dan menembak. Permainan ini dibedakan dari permainan penembak lain karena perspektif grafis diberikan dari jarak tetap di belakang (third person). Dari segi grafis cenderung lebih realistis dari 2D shooter, tidak hanya grafis tapi dari segi gameplay. Sebagai contoh, game sering membatasi jumlah amunisi untuk dapat membawa, dan damage biasanya dinilai berdasarkan bagian tubuh yang terkena tembakan. Sifat 3D game ini juga memungkinkan musuh untuk bersembunyi sekitar sudut atau di balik pintu yang tidak mungkin dalam permainan 2D.

Hubungan dengan First Person Shooter

Perbedaan dalam perspektif juga memiliki dampak pada gameplay. Third Person Shooter memungkinkan pemain untuk melihat wilayah sekitarnya avatar yang lebih jelas. Pandangan ini lebih memudahkan interaksi antara karakter dan lingkungan sekitarnya, seperti penggunaan strategi dalam game. Dengan demikian, sudut pandang orang ketiga lebih baik untuk berinteraksi dengan objek dalam dunia game, seperti melompat, terlibat dalam pertempuran jarak dekat, atau mengemudikan kendaraan.

Sumber : http://en.wikipedia.org/wiki/Third-person_shooter
»»  Selengkapnya...

Shoot Em Up Game


Shoot em 'up (juga dikenal sebagai shmup) adalah sebuah subgenre dari video game penembak. Dalam shoot em 'up, pemain mengontrol karakter tunggal, biasanya objeknya berupa sebuah pesawat ruang angkasa atau pesawat udara, menembaki sejumlah musuh sekaligus menghindari serangan mereka. Shoot em up ' melatih untuk kecepatan respon dan ketangkasan dalam menghindari serangan musuh. Dalam game ini biasanya terdapat rintangan-rintangan seperti asteroid atau batu luar angkasa yang harus dihindari oleh pengguna.

Genre game ini berasal yang dari game Spacewar!, salah satu permainan komputer yang sangat awal, yang dikembangkan pada tahun 1961 dan akhirnya dirilis di arcade pada awal tahun 1970. Namun, Space Invaders, dirilis di arcade Jepang pada tahun 1978. Genre game ini sangat populer sepanjang tahun 1980 dan awal 1990-an hingga berevolusi. Dari pertengahan 1990-an dan penggunaan grafis 3D berkembang dalam permainan video, genre ini menjadi genre klasik berdasarkan konvensi disain yang didirikan pada tahun 1980 dan semakin melayani penggemar, terutama di Jepang.



Sumber :
http://en.wikipedia.org/wiki/Shoot_'em_up
»»  Selengkapnya...

Selasa, 22 Februari 2011

Manual Book Hill Blazer

Permainan dalam belugerin.com mempunyai banyak kategori mulai dari sport, strategy, puzzle, action, adventure dan girl.


Kali ini saya akan mencoba memainkan game yang berjudul hill-blazer.Permainan yang bermodelkan animasi 2 dimensi ini menggunakan sepeda motor dan biker sebagai actornya. Tujuannya adalah untuk mencapai garis Finish yang telah ditetapkan.


Constraint atau batasannya adalah bila motor tidak seimbang maka akan crash lalu game over dan pemain dapat retry untuk mencoba ulangi permainan ini.
Permainan ini terbilang simple dalam hal desain dan grafis. Tp dari segi humornya cukup menghibur. Karena game ini bila kita tidak mahir dalam mengontrol keseimbangan motor, maka motor akan crash(hancur).


Navigasi untuk game ini cukup mudah, user hanya menggunakan tomboh panah atas untuk melaju, panah bawah untuk rem. Sedangkan panah kanan dan kiri untuk menyeimbangkan motor agar tidak hancur.
Disini akan saya tampilkan beberapa contoh gambar yang ada di Hill Blazer.



Tampilan Loading (1)


Tampilan saat start game (2)


Tampilan saat pemain kalah (3)


Tampilan saat pemain menang (4)
»»  Selengkapnya...

Senin, 01 November 2010

Konsep Dasar Basis Data

Data adalah representasi fakta dunia nyata yang mewakili suatu objek seperti manusia (pegawai, mahasiswa, pembeli), barang, hewan, peristiwa, konsep, keadaan, dan sebagainya yang direkam dalam bentu angka, huruf, simbol, teks, gambar, bunyi atau kombinasinya.
Basis Data adalah sekumpulan data yang terintegrasi yang diorganisasikan untuk memenuhi kebutuhan para pemakai di dalam suatu organisasi.


DBMS (Database Management System) adalah Perangkat Lunak yang menangani semua pengaksesan ke basis data
Sistem Basis Data terdiri dari basis data dan DBMS.

Istilah - Istilah Dasar Basis Data
Enterprise
Suatu bentuk organisasi seperti : bank, universitas, rumah sakit, pabrik, dsb.
Data yang disimpan dalam basis data merupakan data operasional dari suatu enterprise.
Contoh data operasional : data keuangan, data mahasiswa, data pasien
Entitas
Suatu obyek yang dapat dibedakan dari lainnya yang dapat diwujudkan dalam basis data.
Contoh Entitas dalam lingkungan bank terdiri dari : Nasabah, Simpanan, Hipotik
Contoh Entitas dalam lingkungan universitas terdiri dari : Mahasiswa, mata kuliah
Kumpulan dari entitas disebut Himpunan Entitas
Contoh : semua nasabah, semua mahasiswa
Atribut (Elemen Data)
Karakteristik dari suatu entitas.
Contoh : Entitas Mahasiswa atributnya terdiri dari Npm, Nama, Alamat, Tanggal lahir.
Nilai Data (Data Value)
Isi data / informasi yang tercakup dalam setiap elemen data.
Contoh Atribut Nama Mahasiswa dapat berisi Nilai Data : Diana, Sulaeman, Lina

Kunci Elemen Data (Key Data Element)
Tanda pengenal yang secara unik mengidentifikasikan entitas dari suatu kumpulan entitas.
Contoh Entitas Mahasiswa yang mempunyai atribut-atribut npm, nama, alamat, tanggal lahir menggunakan Kunci Elemen Data npm.
Record Data
Kumpulan Isi Elemen data yang saling berhubungan.
Contoh : kumpulan atribut npm, nama, alamat, tanggal lahir dari Entitas Mahasiswa berisikan : "10200123", "Sulaeman", "Jl. Sirsak 28 Jakarta", "8 Maret 1983".
Keuntungan Sistem Basis Data
1. Terkontrolnya kerangkapan data
Dalam basis data hanya mencantumkan satu kali saja field yang sama yang dapat dipakai oleh semua aplikasi yang memerlukannya.
2. Terpeliharanya keselarasan (kekonsistenan) data
Apabila ada perubahan data pada aplikasi yang berbeda maka secara otomatis perubahan itu berlaku untuk keseluruhan
3. Data dapat dipakai secara bersama (shared)
Data dapat dipakai secara bersama-sama oleh beberapa program aplikasi (secara batch maupun on-line) pada saat bersamaan.
4. Dapat diterapkan standarisasi
Dengan adanya pengontrolan yang terpusat maka DBA dapat menerapkan standarisasi data yang disimpan sehingga memudahkan pemakaian, pengiriman maupun pertukaran data.
5. Keamanan data terjamin
DBA dapat memberikan batasan-batasan pengaksesan data, misalnya dengan memberikan password dan pemberian hak akses bagi pemakai (misal : modify, delete, insert, retrieve)
6. Terpeliharanya integritas data
Jika kerangkapan data dikontrol dan kekonsistenan data dapat dijaga maka data menjadi akurat

7. Terpeliharanya keseimbangan (keselarasan) antara kebutuhan data yang berbeda dalam setiap aplikasi
Struktur basis data diatur sedemikian rupa sehingga dapat melayani pengaksesan data dengan cepat
8. Data independence (kemandirian data)
Dapat digunakan untuk bermacam-macam program aplikasi tanpa harus merubah format data yang sudah ada
Kelemahan Sistem Basis Data
- Memerlukan tenaga spesialis
- Kompleks
- Memerlukan tempat yang besar
- Mahal
Pengguna Basis Data
1. System Engineer
Tenaga ahli yang bertanggung jawab atas pemasangan Sistem Basis Data, dan juga mengadakan peningkatan dan melaporkan kesalahan dari sistem tersebut kepada pihak penjual
2. Database Administrator (DBA)
Tenaga ahli yang mempunyai tugas untuk mengontrol sistem basis data secara keseluruhan, meramalkan kebutuhan akan sistem basis data, merencanakannya dan mengaturnya.
Tugas DBA :
o Mengontrol DBMS dan software-software
o Memonitor siapa yang mengakses basis data
o Mengatur pemakaian basis data
o Memeriksa security, integrity, recovery dan concurency
Program Utilitas yang digunakan oleh DBA :
o Loading Routines
Membangun versi utama dari basis data
o Reorganization Routines
Mengatur / mengorganisasikan kembali basis data
a
o Journaling Routines
Mencatat semua operasi pemakaian basis data
o Recovery Routines
Menempatkan kembali data, sebelum terjadinya kerusakan
o Statistical Analysis Routines
Membantu memonitor kehandalan sistem
3. End User (Pemakai Akhir)
Ada beberapa jenis (tipe) pemakai terhadap suatu sistem basis data yang dapat dibedakan berdasarkan cara mereka berinteraksi terhadap sistem :
a. Programmer aplikasi
Pemakai yang berinteraksi dengan basis data melalui Data Manipulation Language (DML), yang disertakan (embedded) dalam program yang ditulis pada bahasa pemrograman induk (seperti C, pascal, cobol, dll)
b. Pemakai Mahir (Casual User)
Pemakai yang berinteraksi dengan sistem tanpa menulis modul program. Mereka menyatakan query (untuk akses data) dengan bahasa query yang telah disediakan oleh suatu DBMS
c. Pemakai Umum (End User / Naïve User)
Pemakai yang berinteraksi dengan sistem basis data melalui pemanggilan satu program aplikasi permanen (executable program) yang telah ditulis (disediakan) sebelumnya
d. Pemakai Khusus (Specialized/Sophisticated User)
Pemakai yang menulis aplikasi basis data non konvensional, tetapi untuk keperluan-keperluan khusus seperti aplikasi AI, Sistem Pakar, Pengolahan Citra, dll, yang bisa saja mengakses basis data dengan atau tanpa DBMS yang bersangkutan.
»»  Selengkapnya...